INTERVENSI FOOT MASSAGE UNTUK PENCEGAHAN NEUROPATI DIABETIK PERIFER DAN KONTROL HIPERGLIKEMIK LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS DI PEKANBARU: STUDI KASUS

FOOT MASSAGE INTERVENTION FOR PREVENTION OF PERIPHERAL DIABETIC NEUROPATHY IN THE OLDER PEOPLE AND CONTROL OF HYPERGLYCEMIC WITH DIABETES MELLITUS, PEKANBARU: CASE STUDY

Authors

  • Silvia Elki Putri Prodi D3 Keperawatan, Fakultas MIPA dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Riau, Pekanbaru
  • Ayu Anita Prodi D3 Keperawatan, Fakultas MIPA dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Riau, Pekanbaru
  • Anti Sepia Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan, Fakultas MIPA dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Riau, Pekanbaru
  • Maswarni Prodi D3 Keperawatan, Fakultas MIPA dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Riau, Pekanbaru
  • Juli Widiyanto Prodi D3 Keperawatan, Fakultas MIPA dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Riau, Pekanbaru
  • Pratiwi Gasril Prodi D3 Keperawatan, Fakultas MIPA dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Riau, Pekanbaru
  • Yeni Yarnita Prodi D3 Keperawatan, Fakultas MIPA dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Riau, Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.53345/bimiki.v14i1.612

Keywords:

Diabetes Melitus, Foot Massage, Hiperglikemik, Lansia, Neuropati

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan hiperglikemik dan neuropati. Kondisi hiperglikemik dan neuropati meningkatkan risiko luka DM pada lansia. Foot massage menjadi salah satu terapi nonfarmakologis untuk menstimulasi fungsi neuromuscular pada kaki lansia.

Metode: Desain penelitian menggunakan case study. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 3 orang dengan kriteria inklusi yaitu lansia berusia >60 tahun, tinggal dengan keluarga, terdiagnosa medis DM di Puskesmas, dan belum ada luka DM di area kaki. Tempat penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki, Pekanbaru. Foot massage dilakukan sebanyak 2 hari berturut-turut melalui home visit, 20-30 menit tiap sesi. Instrumen pengumpulan data menggunakan glucometer (blood glucose meter) untuk pemeriksaan kadar gula darah dan monofilament test untuk pemeriksaan sensitivitas kaki lansia dengan DM

Hasil: Seluruh responden mengalami peningkatan sensitivitas kaki sebesar 2 poin berdasarkan monofilament test setelah pemberian foot massage selama dua hari. Kadar gula darah juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 11 mg/dL pada responden 1, 35 mg/dL pada responden 2, dan 21 mg/dL pada responden 3.

Kesimpulan: Penerapan foot massage dapat mencegah neuropati diabetik perifer dan mengontrol kadar gula darah pada lansia dengan masalah DM. Foot massage dapat dilakukan secara mandiri oleh lansia dan keluarga dirumah.

 

Kata kunci: Diabetes mellitus; Foot massage; Hiperglikemik; Lansia; Neuropati.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-06-24